Fitnah
Saya merasa fitnah bisa muncul karena ada kecemburuan sosial. Ntah apa maksud "yang terhormat ibu Onde" melakukan fitnah itu terhadap saya.
Saya hanyalah pegawai kelas bawah, tugasnya memberikan informasi dan harus responsif dengan segala hal -my phone is my first husband- dirasakan oleh beliau sebagai pegawai yang tidak perhatian dan hanya bermain dengan teleponnya.
Saya menjalani rutinitas seperti biasa, dengan beban pekerjaan yang saya nikmati walaupun itu 12 jam x 6 hari (tidak menutup kemungkinan untuk 7 hari). Suatu hari saya dipanggil dan hanya diberi waktu 2 minggu untuk menyelesaikan pekerjaan saya.
I feel something is wrong. I smell someone just throw me their s*5t.
Saya bukan mundur karena menyerah. Saya bukan mundur karena bersalah.
"Silahkan pak, ini surat pernyataan dari media "Z" bahwa saya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan kepada saya. Saya akan tetap menyelesaikan tugas saya hingga 3 bulan kedepan sebaik mungkin."
Satu momentum yang sangat membanggakan bahwa jangan takut untuk berhenti karena Tuhan sudah menggariskan rezeki terhadap kita. Jangan putus asa dan tidak berani mencoba lagi karena yakinlah bahwa Tuhan selalu ada jika kita berusaha di jalan yang baik.
Ibu Onde, bapak boss, ibu kepala dan semuanya masih hidup dengan damai atau tidak saya sih tidak menjamin. Karma does exist dearest people.
#30DayBloggingChallenge
No comments:
Post a Comment