Showing posts with label sahabat berkisah. Show all posts
Showing posts with label sahabat berkisah. Show all posts

Sunday, November 21, 2010

Kembali November

Hey kita saling ucapkan selamat ya. Joyeux anniversaire mon amie. 

Muncul tulisan di messenger dari seorang sahabat jauh karena kita sesama Novemberian. Dulu hampir setiap bulan ke-11 ini kita melakukan perjalanan bersama. Menikmati bulan favorit kita. Musim favorit kita ketika sekolah dulu. 

Wah iya nih, sudah November lagi. Ces't impossible. Vite..Vite..aller ou?  

Bedanya sekarang, kita semakin bertambah usianya dan jarak pun ternyata siang dan malam. 

Minoritas yang menyatukan kita. Ntah kenapa anak blasteran Pakistan - Perancis ini mau aja bergaul sama saya. Anak Indonesia dekil nan kere yang tidak pernah terfikirkan punya dana lebih untuk berlibur. Tetapi menariknya, selama berteman dengan Sabine setiap Novemberku pasti memorable. 

Kita pernah satu hari penuh nonton berbagai DVD karena kita tidak punya acara spesial di November beberapa tahun yang lalu. Bukan hanya menonton DVD biasa, tapi kita mencari DVD non box office, dengan pemain grade A - yah, beginilah kami yang penggemar berat potato couching dan menemukan satu DVD film Hollywood yang menarik. 

In The Land of Women - Kristen Stewart, Adam Brody, Meg Ryan. Penasaran trailernya disini 

Ceritanya menarik, tetapi yang paling menarik adalah musim gugur dan suasana dinginnya. Itulah aku dan Sabine, selalu melihat sisi yang berbeda dari cerita yang dipaparkan dalam sebuah film. 

Eh tapi, kita selalu mencatat setiap good quotes dari film yang kita tonton. 

The hardest part about loosing love. It's finding your way back.

It is SasiNov. On repeat. Good to be November. 

Saturday, September 25, 2010

Terima Aja!

Berkali-kali pembicaraan kita memanas. Hanya membahas masalah pekerjaan yang seharusnya bisa kita kesampingkan.

Dijauhkan oleh luasnya hamparan hijau, membuat pikiran ini lebih jernih.

Tidak bisa dalam hidup kita "terima aja!" seperti kata sahabat saya. Apalagi ketika hasilnya menyakitkan lalu menghujat sekitar. typical sekali wahai engkau sahabat

Setidaknya, aura negatifmu di maintain sendiri aja. Jangan mengganggu orang lain. Sayangnya salah satu orang lain yang terganggu adalah aku.

Dan aku tetap menjadi sahabatmu.

Wednesday, June 16, 2010

A coffee time


"percayalah dan hadapi dengan harga diri dan keanggunan." sms yang saya terima jauh dari negeri singa.

Mungkin teman saya ini lupa packaging saya yang sama sekali enggak ada anggun-anggunnya.

one cup of coffee with best friend will be best healing for now.



Monday, April 5, 2010

Terbagi hatinya

teman saya tengah malem sms..

satu hati gak cukup ya?kebagian hati gak sih gue ni?bikin sakit hati deh!
pengulangan kata hati..%7Cxhz#?@!..waduh kalo saya tanggepin, bisa gak tidur sampe subuh. Saya cuma menanggapi dengan sekali sms.

bo sabar ye..malem ini loe nangis sepuas-puasnya. besok gue dengerin sumpah serapah loe.

Dan malampun berlalu sampe sms membangunkan my handsome sleep.

gue gak mau putus dari dia!capek ni nangis semaleman!

idih sapa juga yang nyuruh nangis semaleman. (lupa ingatan padahal saya yang nyuruh)

Dan akhirnya saya mendengarkan kronologis ceritanya saat makan siang. Dia menceritakan kalo pacarnya masih berkomunikasi dengan mantannya, si manis. pemberian nama yang baik supaya tidak menjatuhkan bawa itu seekor mantan pacar. Tapi teman saya ini menganggap komunikasi yang terjalin seperti membagi hati. kata dia emang sih gak ada kata sayang-sayangan ataupun kata-kata udah makan belum? pulang jam berapa? lagi dimana? sama siapa? Pokoknya teman saya keukeuh kalo hati pacarnya terbagi.
jealousy? wajar banget.

Kalo ditilik dan diusut, ketiga orang ini emang super sibuk. Tapi bukan berarti ditengah kesibukan mereka tidak bisa berkomunikasi kan. Saya berusaha memahami perasaan teman saya ini. Perkembangan teknologi membuat segalanya menjadi lebih mudah. Termasuk mempermudah perselingkuhan. Banyak pasangan yang berantem gara-gara BBM-an (Blackberry Messenger-red) sama orang yang menjurus. Banyak yang gonta-ganti status relationship di facebook gara-gara ngambek sama pasangan. Banyak pasangan ribut gara-gara twitter update terus tapi sms ataupun telpon gak dibales.

Ketika saya tanya teman saya apa ada yang berkurang dari hubungan dia dengan pacarnya, dia bilang "gak ada sih.." Tapi ini belum case closed. Lebih tepatnya BELUM ADA. Tidak menutup kemungkinan kan kalo pacarnya dimiliki lagi oleh si manis. Sebelum bendera kuning terpancang, -soalnya kalo bendera kuning berkibar berarti dia hanya bisa dimiliki oleh Tuhan-, berarti dia masih bisa dimiliki oleh siapapun.

Teman saya semakin naik darah dan siap menyumpahserapahi...mmm..dia sendiri bingung siapa yang harus diumpat habis-habisan.

1. dirinya yang kurang beromunikasi lebih dengan pacarnya?
2. pacarnya yang tetep menjaga hubungan baik dengan si manis dan memberikan harapan-harapan?
3. si manis yang masih mengharapkan pacar teman saya?
atau..

ketiganya sedang dalam masa probation dari sebuah hubungan?

benar-benar menyisakan tanya dan saya pun tidak memberikan solusi apapun terhadap teman saya. Kecuali menjadi pendengar yang baik selagi dia nangis-nangis india.

Friday, January 29, 2010

Memantapkan Hati Seorang Perempuan

Tengah malam selalu menjadi saat yang tepat untuk membuka mata, hati dan telinga. Setelah ngalor ngidul ngobrol enggak jelas, saya dan sahabat yang menginap di rumah malam itu..ahh prolog yang terlalu lama.

Saya mencetuskan pertanyaan,

" Apa yang bikin loe piilih dia?"

Jawaban yang sudah saya prediksi bakalan muncul...

"Enggak tau!"

Dan diapun balik bertanya seperti prediksi saya lagi.

"Kalo lo, kenapa loe mau jalan ma dia?". Yeee..kok jadi saya yang ditanya balik.

Dan saya-pun menjawab. "apa ya..gak bisa dijelasin tapi intinya..bla..bla.."

Sambil tetap menjelaskan panjang lebar dan sayapun berfikir, what a rubish reason.

Yang saya ingat hanya penekanan pada Tuhan. Mau sok religius walaupun beribadah juga masih enggak bener, tapi etika mengalami kesulitan pasti Tuhan yang dicari. Begitulah sifat manusia. Saya mengembalikan semua sama yang diatas. Waktu itu saya bertanya bukan hanya pada sekitar (orang tua, adek atau kakak, sahabat) tetapi saya juga bertanya pada Sang Pencipta. Dan ternyata Tuhan tidak menjawabnya dengan cepat. Yah ibadah aja jarang, giliran berdoa minta dikabulin cepet.

Kembali saya jelaskan, bukan berarti saya tidak berjuang untuk dia. Bukan berarti saya tidak punya jealousy. Walaupun kadang saya jadi berfikir, kok saya enggak melakukan tindakan seperti salah satu teman saya yang bahkan rela ribut ala kucing sama perempuan yang diduga mendekati pacarnya. Jambak-jambakan rambut dengan horornya, nyakar-nyakar, guling-guling layaknya adegan arena dan juara. Ataupun drama sinetron yang dibumbui adegan air mata dan hujan-hujanan. Daripada saya terjebak dalam kehidupan seperti itu, mending saya jadi sutradaranya aja.

Itu semua berusaha diatur dalam batas normal.

Normal menanyakan kabarnya setiap hari.

Normal mengingatkannya untuk istirahat dan beribadah.

Normal ngecek Facebook dan Twitter. techno physco syndrome.

Normal mengomentari setiap comment dari temen-temen ceweknya dan di update status-nya. Semakin absurd dan abnormal.

Normal dengan seluruh ke'normal'an para perempuan yang mengikuti trend teknologi maju yang perempuan abnormal seperti saya sulit untuk mengikutinya.

anyway...

sahabat saya itu cuma angguk-angguk doang, mungkin karena waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi dan kita harus memulai suatu aktifitas pada pukul 5 di hari itu. Sambil nguap kesekiankalinya sahabat saya bertanya,

"Jadi apa yang harus gue lakuin biar gak ngerasa masa lalu dia gak ganggu masa depan gue ntar?"

saya jawab..hmmm..lupa saya jawab apa malem itu.

Bagi para perempuan yang bisa percaya sama kata-kata "Jangan salahkan dirimu. Dia sudah memilihmu dan itu yang harus kamu pegang dan perjuangkan. Demi hubungan kalian berdua" Selamat berjuang menjadi orang yang hebat dan may the force be with you.


tidak menerima somasi dan tuntutan pidana cyber crime

kebebasan berpendapat yang masih tetap patuh terhadap undang-undang.