Berkali-kali pembicaraan kita memanas. Hanya membahas masalah pekerjaan yang seharusnya bisa kita kesampingkan.
Dijauhkan oleh luasnya hamparan hijau, membuat pikiran ini lebih jernih.
Tidak bisa dalam hidup kita "terima aja!" seperti kata sahabat saya. Apalagi ketika hasilnya menyakitkan lalu menghujat sekitar. typical sekali wahai engkau sahabat
Setidaknya, aura negatifmu di maintain sendiri aja. Jangan mengganggu orang lain. Sayangnya salah satu orang lain yang terganggu adalah aku.
Dan aku tetap menjadi sahabatmu.
Ketika ingin marah sampe sarafnya putus. Ketika ingin nangis sampe keabisan nafas. Ketika ingin teriak sampe gak bersuara. Alter ego seorang bersuara cempreng, cerewet dan cerah ceria.
Saturday, September 25, 2010
Monday, August 16, 2010
Degradasi Cara Berkomunikasi
on BBM. anything goes and no one knows.ngakak baca tulisan advertisement yang ada di email saya. uurrmm.. no one knows? sepertinya sih..ya setidaknya tidak no one sih. soalnya bisa memicu prahara. Sering kan denger Blackberry, mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Sepertinya kembali ke jaman perang dimana tukang pos dan surat-surat kertas itu merupakan penghubung dan alat komunikasi menjadi hal yang sangat berkesan. Tidak ada yang menyalahkan akan perkembangan zaman, tergantung manusia itu sendiri apakah mau mengikuti atau tidak.
Sempat saya terinspirasi untuk kembali menulis surat dengan seorang teman. Ntah sahabat pena saya sudah tidak terdata ada dimana. Menulis kepala surat, memberi tanggal dan menuliskan cerita dengan goresan pena.
Saatnya untuk mengikuti perkembangan yang SESUAI dengan hidup kita. Bukan yang SESUAI di mata masyarakat.
Sunday, July 4, 2010
Takaran Kenyamanan
tidak mau terlalu nyaman
kata-kata yang selalu terbersit ketika saya sedang duduk diam. Saya sendiri sebenarnya takut akan kenyamanan, walaupun terkadang ingin hidup dengan nyaman tanpa terbebani apapun.
Seorang teman pernah bercerita, "ketika kamu bangun pagi dan mengeluhkan hidupmu itu berarti ada sesuatu yang tidak benar,"
Salah dan benar dalam hidup itu takarannya gak pasti. relatif. tidak ada ukuran khusus akan hal itu. Tapi ketika masih diberi nafas sampai keesoan hari dan kita masih mengeluh, hidupmu sudah sangat tidak benar.
Layaknya menikmati fine dining di restaurant ternama tetapi tidak mempunyai penghargaan terhadap masterpiece seorang chef. Mengambil garpu dengan asal, menancapkannya lalu mengunyah dan menghabiskannya tanpa sisa. Apa nikmatnya? Hanya perasaan kenyang.
Maukah kau relakan hidupmu hanya untuk merasa kenyang tanpa bisa menikmatinya?
kata-kata yang selalu terbersit ketika saya sedang duduk diam. Saya sendiri sebenarnya takut akan kenyamanan, walaupun terkadang ingin hidup dengan nyaman tanpa terbebani apapun.
Seorang teman pernah bercerita, "ketika kamu bangun pagi dan mengeluhkan hidupmu itu berarti ada sesuatu yang tidak benar,"
Salah dan benar dalam hidup itu takarannya gak pasti. relatif. tidak ada ukuran khusus akan hal itu. Tapi ketika masih diberi nafas sampai keesoan hari dan kita masih mengeluh, hidupmu sudah sangat tidak benar.
Layaknya menikmati fine dining di restaurant ternama tetapi tidak mempunyai penghargaan terhadap masterpiece seorang chef. Mengambil garpu dengan asal, menancapkannya lalu mengunyah dan menghabiskannya tanpa sisa. Apa nikmatnya? Hanya perasaan kenyang.
Maukah kau relakan hidupmu hanya untuk merasa kenyang tanpa bisa menikmatinya?
Subscribe to:
Posts (Atom)
tidak menerima somasi dan tuntutan pidana cyber crime
kebebasan berpendapat yang masih tetap patuh terhadap undang-undang.