Wednesday, May 26, 2010

Penghapusan

Afrika mempunyai cerita tentang ethnic cleansing. Ethnic cleansing merupakan pemusnahan massal suku tertentu karena perang saudara. Menurut PBB ethnic cleansing itu adalah "rendering an area ethnically homogeneous by using force or intimidation to remove from a given area persons of another ethnic or religious group." Intinya adalah menghilangkan. Tiba-tiba terlintas dibenak saya - bukan ethnic cleansing suku saya ya- suatu proses menghilangkan. Saya memberinya nama memory cleansing.

Membaca artikel demensia dan amnesia. Dimana demensia itu merupakan lupa ingatan akut sedangkan amnesia merupakan lupa ingatan parsial.

Saya berharap hilang parsial memori yang tidak ingin saya ingat. Sangat menyesakkan ketika itu memori orang yang sangat kita sayangi. Saya belum bisa membahagiakan beliau walaupun beliau sadar umurnya tidak akan mencapai masa saya sukses dan memberinya cicit. Pemberian beliau hanyalah selembar uang lima puluh ribu rupiah yang diberikannya ketika saya hendak menimba ilmu dan berjuang menyelamatkan muka negara ini di negara paman Obama. Saya bahkan lupa masih menyimpan uang itu di salah satu amplop yang tertimbun di laci lemari. Saya tidak terlalu ingat (mungkin amnesia) adegan apa beliau memberi selembar lima puluh ribut kepada saya. Karena dompet barukah? Atau uang sangu yang sebanding dengan hampir $5. Detik itu beliau memberinya, saya berjanji tidak akan membelanjakannya. -kecuali kepepet-

Tujuh tahun berlalu dan proses memory cleansing tentang hal yang lain dimulai. Saya menemukan lembaran lima puluh ribu itu. Miris rasanya. Saya belum bisa memberikan kebahagiaan buat beliau. Seperti lirik lagu Mariah Carey "You never got the chance to see how good I've done". Beliau pergi disaat saya sibuk sama pekerjaan yang saya jalani. Dan akhirnya saya memutuskan berhenti.

Berhenti dengan cerita itu
Berhenti dengan waktu

No comments:

Post a Comment

tidak menerima somasi dan tuntutan pidana cyber crime

kebebasan berpendapat yang masih tetap patuh terhadap undang-undang.